Racun Pada Bayam

9 Jul

Ternyata Bayam Bisa Menjadi Racun

 

Bayam, tumbuhan berasal genus Spinacia ini sudah akaran dikenal di Indonesia sebagai teman lauk menu masakan Indonesia. Dalam skala international, bayam popular oleh seri kartum anak-anak Popeya yang memiliki karakter menjadi kuat seketika setelah memakan bayam.

Bayam banyak memiliki sederet khasiat, diantaranya meningkatkan kinerja ginjal dan melancarkan perncernaan. Daun bayam seringkali digunakan untuk membersihkan darah sehabis bersalin. Tidak cuma itu bayam juga digunakan untuk memperkuat akar ramnut dan juga mengobati tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal.

Selain itu, bayam juga dipercaya memiliki khasiat untuk mencegah hilangnya penglihatan akibat usia (macular degeneration), kanker, bahkan katarak. Bayam adalah sumber lutein dan folate yang hebat, yang dapat membantu mencegah penyakit jantung dan bayi lahir cacat.

Bayam kaya akan zat besi, dimana zat besi memiliki peran penting dalam proses distribusi oksigen dalam darah tubuh manusia. Zat besi juga berfungsi dalam proses produksi haemoglobin. Zat besi juga berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Kekurangan zat besi membuat akan semakin memperbesar potensi tubuh mudah terserang penyakit. Akan tetapi ada beberapa kasus dimana seseorang yang banyak mengkonsumsi sayur bayam lama-kelamaan tambah lemas, what’s wrong?

 

Waspada racun pada bayam

Ada beberapa hal penting yang perlu diwaspadai dalam mengolah bayam, karena salah-salah bayam yang jadi makanan favorit kita berubah menjadi senyawa racun.

Maka dari itu, perlu untuk mengetahui langkah pengolahan bayam yang baik, seperti berikut:

  1. Pilih bayam yang hijau segar dan lebih baik yang melalui proses penanaman organic (non pertisida).
  2. Lebih baik bayam diproses masak setelah segar dipetik. Karena paparan oksigen yang terlampau lama membuat kandungan zat besi barupa ferro (Fe2+) menjadi terosidasi menjadi racun zat besi (ferri, Fe3+).
  3. Hindari memanaskan kembali masakan sayur bayam yang sudah melalui proses pemasakan.Artinya dalam sekali masak diusahakan sayur bayam langsung habis, atau masaklah sesuai kebutuhan, jangan direbus atau dipanaskan ulang.
  4. Hindari konsumsi bayam yang sudah 6 jam setelah proses pemasakan. Racun yang ada bertambah dengan hadirnya zat nitrat (NO3) yang jika terosidasi dengan udara juga akan menjadi NO2 (nitrit) yang bersifat senyawa tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun.
  5. Hindari penyimpanan terlalu lama.
  6. Efek racun lainnya adalah kemampuan nitrit tersebut bereaksi kepada amino sekunder yang dapat membentuk senyawa penyebab kanker.
  7. Jika sayur bayam dipanaskan berulang-ulang maka yang terjadi adalah efek tosisitas bagi tubuh, dalam kandungan bayam yang dimasak terdapat nitrat yang jika dipanaskan nitrat tersebut akan mengikat oksigen dari lingkungan kemudian akan berubah menjadi senyawa nitrit, senyawa inilah yang masuk ke dalam tubuh dapat membuat hemoglobin darah berubah manjadi methemogloobin, jika Hemoglobin darah yang berubah menjadi methemoglobin lebih dari 40% maka efek yang terjadi bagi orang yang memakannya adalah pingsan, Jika pingsan lebih lama maka aliran oksigen ke otak menjadi berkurang, dan tentunya  jika otak kekurangan oksigen akan mengakibatkan kerusakan otak.

 

 

Related posts:

No comments yet

Leave a Reply