Anemia Pada Kehamilan

Friday, October 11th 2013. | Kesehatan

Itulah yang pada akhirnya menjadi penyebab anemia pada kehamilan. Hal ini jangan dianggap remeh, karena ibu yang kekurangan zat besi sejak di dalam kandungan bisa mempengaruhi bayi  bahkan sampai ketika ia lahir nanti.
Cara terbaik untuk mengetahui apakah tubuh  memiliki cukup zat besi adalah melalui tes darah. Biasanya, ketika pemeriksaan awal kehamilan, Anda akan diambil darah untuk kemudian dilakukan tes (hematocrit) untuk mengukur persentasi sel darah merah di dalam tubuh. Sedangkan tes lainnya (hemoglobin), adalah untuk mengukur banyaknya kadar hemoglobin di dalam darah.
Bahkan jika Anda tidak menunjukkan gejala anemia pada kehamilan awal, bukan berarti Anda bebas risiko. Agar lebih yakin, ada baiknya kalau Anda kembali melakukan tes darah pada akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga.
Jika Anda memang anemia, biasanya Anda tak akan mengalami gejala apapun, apalagi jika itu hanyalah anemia ringan. Anda mungkin akan merasa letih, sering pusing, dan kerap merasa lelah. Kondisi ini adalah kondisi yang sangat umum dialami wanita hamil yang tidak terkena anemia sekalipun. Anda mungkin juga akan terlihat lebih pucat dari pada biasanya (terutama pada kuku, kantung mata, dan bibir). Ciri-ciri lainnya adalah jantung berdegup lebih cepat, serta napas terengah-engah, hingga sulit berkonsentrasi.

Related posts:

tags: , ,